program nasional pada rapatkordinasi nasional formatani yang akan
di laksanakan pada tanggal 22 – 26 september 2013 di universitas negri Bengkulu
Permasalahan
yang terjadi di sungai Citarum merupakan dari banyaknya dampak dari pencemaran
sungai yang berasal dari limbah domestik yang berasal dari masyarakat sekitar
sungai Citarum bahkan limbah insutri dari pabrik yang berdekatan dengan sungai
Citarum sehingga membuang limbah pabrik langsung ke sungai. Berdasarkan dari
sejarahnya, sungai Citarum merupakan sungai yang memiliki air yang sangat
jernih. Secara bahasa, Citarum berasal
dari bahasa sunda yaitu Ci dan Tarum yang berarti “Ci” adalah air sedangkan
“Tarum” merupakan tanaman yang menghasilkan warna ungu atau nila. Namun saat
ini, sungai Citarum seperti hanya tinggal nama saja karena keadaan air disungai
tersebut tidak seindah namanya. Sungai Citarum merupakan sungai yang terpanjang
dan terbesar di Propinsi Jawa Barat yang terbentang sekitar 270 KM dari gunung
Wayang kabupaten Bandung sehingga sungai
ini memiliki banyak peran signifikan yang sangat berpengaruh terhadap
kelangsungan atas kebutuhan air dan listrik. Beberapa fungsi yang dapat diambil
dari sungai Citarum diantaranya:
A. Fungsi Sejarah
Sungai
Citarum tak lepas dari adanya kesan sejarah tiga kerajaan yang berada di Jawa
Barat yaitu kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Sunda. Hal ini
menunjukkan dari adanya peran Citarum yang sudah difungsikan masyarakat sunda
sejak zaman dahulu. Sebagai fungsi sejarah yang harusnya dipertahankan sungai
Citarum sepertinya tidak dianggap sebagai hal penting bagi banyak masyarakat
modern sekitar sungai Citarum. Seakan sejarah sungai Citarum hanya dongeng
sebelum tidur yang tidak perlu diperhatikan oleh manusia didunia nyata.
B. Fungsi Ekonomi dan Sosial
Dalam fungsi
ekonomi, sungai Citarum dapat difungsikan sebagai; pertama adalah sebagai
pembangkit tenaga listrik. Telah diketahui bahwa terdapat tiga waduk yang
berada di sungai Citarum yaitu waduk saguling, waduk cirata, dan waduk
jatiluhur. Ketiga waduk itu diperankan sebagai pembangkit listrik tenaga air
(PLTA). Ketiga waduk tersebut difungsikan sebagai pemasok listrik, pemasok air
kebutuhan minum, dan pencegahan banjir. Kapasitas listrik yang dihasilkan dari
ketiga waduk tersebut kurang lebih sebesar 1.400 MW dan menjadi sumber air
irigasi bagi 240.000 hektar sawah. Selain itu, 80% kebutuhan air bersih di
Jakarta juga bergantung dari sungai ini sebagai sumber air baku. Kedua yaitu
sebagai pemasok air bagi industri-industri yang berada di sepanjang daerah
aliran sungai (DAS). Dilihat begitu banyak peran sungai Citarum yang secara
sosial sekitar 25juta penduduk menggantungkan kebutuhan airnya pada sungai Citarum.
A.
LANDASAN KEGIATAN
1. UU No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
2. PP No.19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan
3. Pola Pengembangan Mahasiswa SK dirjen Dikti No.26
/Dikti/KEP/1998
4. Tri dharma perguruan tinggi
5.
Hasil musyawarah nasional ( MUNAS ) II di Universitas Muhamadiyah Malang
B.
NAMA KEGIATAN
Rapat
Kordinasi Nasional ke II Forum Mahasiswa Agroteknologi/Agroekoteknologi
Indonesia
C.
TEMA KEGIATAN
“Dengan Semangat Satu Cinta
FORMATANI Siap Pimpin Petani Indonesia Gapai Kemenangan”
D.
TUJUAN KEGIATAN DELEGASI
Himpunan Mahasiswa
Agroteknologi (HIMAGROTEK) mengirimkan 2 delegasi dan 1 orang
perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam Rapat Kordinasi Nasional Forum Mahasiswa
Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia dengan beberapa tujuan, yaitu:
1.
Menjalin Silaturahmi dan Keakraban antara Mahasiswa
Agroteknologi Se- Indonesia
2.
Menjadikan program Selamatkan Sungai Citarum untuk di
angkat menjadi Program Nasional
3.
Mengangkat isu permasalahan Sungai Citarum
4.
Sebagai
wadah untuk saling bertukar pikiran antara semua mahasiswa agroekoteknologi
dalam menjawab tantangan pertanian secara global dan membangun pertanian
Indonesia ke depannya
REALISASI
KEGIATAN
Pendelegasian dari Fakultas Pertanian UNSIKA di delegasikan 3
orang peserta untuk mengikuti acara ini, diantaranya :
1.
Bayu Hendra Wijaya ( Semester 7 )
2.
Nolly Humam Wijaya( Semester 3 )
3.
Nurdin ( Semester 3 )
PEMBUKAAN
Kegiatan Rapat Kordinasi Nasionla FORMATANI dibuka oleh Master
Ceremony (MC) di Gedung utama Rektorak Universitas Bengkulu, di lanjutkan
Pembacaan doa, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta Delegasi,
setelah itu disambut oleh Tarian Persembahan Provinsi Bengkulu (Dinas
Pariwisata). Dilanjutkan sambutan – sambutan oleh Ketua Pelaksana, Sekretaris
Jendral FORMATANI dan Rektor Universitas Bengkulu
Seminar Nasional
Seminar dengan judul “Menyongsong
Pertanian Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa” oleh Pemateri
.... dalam seminar beliau menyampaikan
bahwasanya makanan pokok itu bisa diganti dengan umbi umbian atau bisa disebut
Diversifikasi Pangan. Akan tetapi untuk di daerah Karawang yang notabene
lumbung padi sudah tidak memungkinkan untuk Diversivikasi Pangan, dalam artian
lumbung padi ini harus di jaga.
Focus Grup Discusion
Focus Grup Discusion ini
mengangkat tema “ Siapkah Menjadi Petani?” intisarinya adalah sektor Pertanian
harus di dukung kalangan manapu, karena trend pertanian di masa depan akan
semakin surut sementara pertumbuhan penduduk semakin membludak dikhawatirkan
terjadinya krisis pangan. Ini adalah tugas besar mahasiswa agroteknologi.
Rapat Kordinasi Nasional
1. Pelantikan
Badan Eksekutif Pusat FORMATANI
Dilantik oleh SEKJEN
FORMATANI dengan pembacaan sumpah jabatan yang diharapkan pengurus mengemban
tugasnya dengan baik.
2.
Pemilihan dan penetapan program kerja Nasional
Rapat
koordinasi yg dipimpin oleh sekjen formatani sdr. Akas Anggita dan didampingi
oleh rekan2 BEP POSDM Febrian Ben BenSon Poerba, HUMAS Yudha Irawan, Keuangan
Hermanto Eman dan Administrasi Tri Mumtihatul Khoiriyah disepakati oleh forum
adalah sebagai berikut:
o
Ekspedisi
Nasional II dilaksanakan di Universitas Singaperbangsa Karawang dengan
mengangkat tema selamatkan citarum.
o
MUNAS
III dilaksanakan di Universitas Sriwijaya, Palembang.
Field Trip
o
Benteng
marloborough
o
Rumah
Pengasingan Sukarno
o
Pantai
Panjang